Rumput Jalanan


hidup ini seperti gerbang penjara

menutupi dan mengekang...

setiap bulir-bulir rumput jalanan…

membasuk keroposnya tulang mereka

dari sabang sampai merauke…

menggongseng pucatnya wajah mereka

merangkas perut bumi mereka

seperti angin yang terbuang

begitulah kehidupan mereka

rumput jalanan yang diungsikan…

dan dianggap lemah…dikawanan singa-singa liar…

mereka terdepuk di kawasan jalan…

mengulurkan tangan sambil meminta-minta

hanya untuk mencari makan...

meminta belas kasihan 

pada lebah-lebah yang berkeliaran

tak sedikit dari mereka yang tewas

tak sedikit dari mereka yang menderita

namun…

apakah ada yang perduli dengan rumput jalanan itu?

“TIDAK”

hanya seutip kata sungkawan…

yang terucap dari mulut manis mereka…

namun… tiada rasa peduli mereka…

Karya: Gracia Sari Asinta Simamora

Di Kala Sengitan Langit


batu seakan melinggis hidupku…
menerkam setiap riuk pikuk dering suaraku…
hati ku menanah tangis…
menggebur setetes racun….
setelah melepas kepergianmu….
kini aku baru menyadari….
bahwa diriku seperti putri malu…
yang tak berkutip saat menatap mu
kini aku tahu betapa sakitnya hatiku…
disaat mulutku mulai membisu…
aku seperti kartu memory yang rusak…
hanya dapat mengindah masa lalu
aku seperti parasit…
yang slalu bergantung pada dirimu….
aku tak mampu menjalani hidupku
tanpa dirimu….
andai waktu adalah milikku…
aku ingin mengembalikkan waktu itu
nan mengusik kebersamaan
tanganku yang kau elus
dengan manja
senyummu yang kau kait padaku
dengan manis
seakan tak dapat ku lupakan begitu saja…
hari-hariku seperti hampa…
hatiku seperti bom yang ingin meledak
jika mengingat dirimu…
sahabat……..
aku merindukanmu…
sangat merindukanmu
aku ingin mengirim sepupuk rindu padamu…
melalui sajak puisi ini…
aku ingin kau menjadi bintang
yang tetap bersinar dihatiku
sahabatku….
Puisi ini Karya : Gracia Sari Asinta

Negaraku di Pintu Kritis


negaraku seperti rumah sakit
penderang denyut nadi para dewa
penggempur kenikmatan mereka…
atas penghabisan tengkorak-tengkorak kehidupan…
negaraku yang dulu adalah surga
kini telah berubah menjadi kuburan
negaraku begitu terombang-ambing
berasuh janji manis dewa-dewa
kenikmatan bergempur penderitaan
inilah kekritisan negaraku
dewa seperti layaknya iblis
yang hanya mengucap janji
tapi hanya janji kosong
seperti debu yang lenyap…
ketika semua tercapai
negaraku hancur lebur…
dibawah tangan dewa-dewa kerdil..
pelempengan kekuasaan dan uang…
penindak kekerasan dan kematian…
hmmm…
sengsaranya para liliput yang menghias negaraku…
mereka hidup seperti batu karang…
yang hendak di punahkan…
inilah negaraku…
negaraku di pintu kritis….
Karya : Gracia Sari Asinta

An Unforgettable Love (Cinta yang Tak Terlupakan)


Angin berganti dengan derasnya liliput-liliput kecil dari langit….
membasuk setiap kepis suasana dihatiku…
kadang dengkur suara neraka menjerit dalam hatiku…
ingin daku terbang ke masa purbakala…
kala itu seseorang menggengam hatiku….
dengan gerak elutnya…
memberikan kehangatan padaku….
dengan pancaran senyumnya dihiasnya hatiku….
dalam gelar kacaku…
dia tepis setiap keriput dalam pipiku….
dalam angan manja…
dia memandang wajahku sedalam 3 meter
senandung bunyi piano menghias plot kami….
tawa, canda…. seperti badut-badut mengiringi langkahku….
aku merasa seperti sedang berjalan di atas sungai…. dan tak ingin pulang….
aku ingin selalu berada disampingmu….
namun…
pohon berkata “TIDAK”!!!!!
siulan merpati pun tak terdengar lagi….
hanya terdengar suara gelepar keras dari sudut kota
BRAKKK!!!!
aku pun tercengang dalam gambar kecelakaanmu
memandang dirimu sudah tak berdaya lagi….
jentik-jentik betadine mengiris seluruh badanmu….
seutik kata yang kau katakan padaku….
“AKU MENCINTAIMU”
Karya : Gracia Sari Asinta Simamora

Cinta Antara Aku Dan Dirimu


bergulir-gulir pecahan emas membasuh hidupku….
memberikan seberkas cahaya kebahagiaan
membuat ku dapat tersenyum manja
di antara bulir-bulir gandum yang bersemayam
tangisku seperti menghilang dari ratapan pipiku
raungan dalam hatiku seakan terdiam sejenak…
teriakan bibirku seakan melemah
ketika engkau ada disampingku
sayang…waktu akan cepat berlalu
memisahkan aku dan dirimu
memisahkan masa-masa kita berdua…
aku kan pergi… namun kan kembali….
untuk menemui dirimu disekolah itu…
aku berharap kita kan bertemu ...
adikku… sayangku
ku berharap tetap dapat menjadi…
kepingan hatimu dan bunga jiwamu
walau ku tak ada lagi di sampingmu…
Karya : Gracia Sari Asinta

Titik Di Akhir Hidupku


Ku unggah sebuah peti di cermin ajaibku…
melintang segengam hangat kisah bersamamu…
terbingkai indah dalam kado ajalku…
senyuman yang terpancar…
dalam bibir enggalmu….
terbayang dalam embun bertoleh putih…
bayangan dirimu dalam mimpiku…
untaran kait di hatiku…
meresuk… membusuk…
aku hidup menyusup…
di titik akhir hidupku..
aku tak bisa bangun dalam dekapan..
maut cintamu…
aku bagaikan udara…
yang tlah kamu buang…
dengan penuh rantai belatungan hampa
Karya : Gracia Sari Asinta Simamora

Titipan Burung Merpati


bendo itu kembali
yang ku juluki dengan dirimu
sebuah bendo yang slalu
menghias rambutku
terbang melayang entah kemana
aku mencari… dan terus mencari
namun tak ku dapat juga
hingga akhirnya ku menemukan
hari itu kau sapu kesedihanku
dengan senyuman…
hingga membuat hatiku tenang…
namun seketika kau ucapkan…
selamat tinggal padaku…
membuat rasa ku jatuh tak
berdaya…
tiba-tiba aku seperti listrik…
yang padam
dan seperti hujan yang
meneteskan darah
namun kau pegang tanganku
dan kau hapus tangisku
terucap kata kembali dari
mulutmu
yang membuat ku berharap
kau kan segera kembali
tak sanggup menahan rasa rindu
ku titip sebuah kalimat pada
burung
merpati
agar kau tahu betapa resah
hatiku tanpa dirimu
aku… aku….
sungguh sangat merindukanmu…
Rio…
Karya : Gracia Sari Asinta Simamora

Hantu Yang Kembali


Likukan air itu seakan mengalir...
di setiap menit hidupku
menepuk sakitnya dada
ketika ku harus memilih
antara taman dan kebun...
cinta dan sahabat
andai aku hanyalah debu
takkan mungkin ku mengenal mereka
andai aku adalah roh
takkan ku bertemu dengan mereka
takkan sesesak ini hatiku
bagai melayang di alam dimensi
saat ku bersama mereka...
namun...
kini rasanya hatiku padam
beku... tak menyala... tak berdaya...
ketika harus melintas hariku dengan mereka...
dalam rasa peluh
berjalan dalam mulut terjahit...
bergerak dalam hati yang sedih...
apa artinya hidup bersama dengan mereka?
kalau tuk memilih ...
apa arti suka ku ini?
kalau juga dibalur oleh sakit...
ingin hatiku bertolerin dengan semua ini...
mencoba mencap semuanya...
sebagai angan  kosong...
tapi.... hatiku berbelut debur
dengan keinginan nyataku...
aku hanya ingin cinta dan sahabat...
menyatu dalam elur penyambung rusukku...
aku tak ingin masuk ke alam neraka...
yang berusaha mengadili dan memborgol...
setiap gerakan hatiku ini...
cukuplah hatiku ini terkikis perih ...
dalam jarak perpisahan ini...
asalkan rambut cinta dan rambut sahabat...
dapat disatukan kembali



Karya: Gracia Sari Asinta Simamora

Antara Cinta Dan Sahabat


Likukan air itu seakan mengalir...
di setiap menit hidupku
menepuk sakitnya dada
ketika ku harus memilih
antara taman dan kebun...
cinta dan sahabat
andai aku hanyalah debu
takkan mungkin ku mengenal mereka
andai aku adalah roh
takkan ku bertemu dengan mereka
takkan sesesak ini hatiku
bagai melayang di alam dimensi
saat ku bersama mereka...
namun...
kini rasanya hatiku padam
beku... tak menyala... tak berdaya...
ketika harus melintas hariku dengan mereka...
dalam rasa peluh
berjalan dalam mulut terjahit...
bergerak dalam hati yang sedih...
apa artinya hidup bersama dengan mereka?
kalau tuk memilih ...
apa arti suka ku ini?
kalau juga dibalur oleh sakit...
ingin hatiku bertolerin dengan semua ini...
mencoba mencap semuanya...
sebagai angan  kosong...
tapi.... hatiku berbelut debur
dengan keinginan nyataku...
aku hanya ingin cinta dan sahabat...
menyatu dalam elur penyambung rusukku...
aku tak ingin masuk ke alam neraka...
yang berusaha mengadili dan memborgol...
setiap gerakan hatiku ini...
cukuplah hatiku ini terkikis perih ...
dalam jarak perpisahan ini...
asalkan rambut cinta dan rambut sahabat...
dapat disatukan kembali


Karya: Gracia Sari Asinta Simamora

Ratuku


tergepur hampa perasaanku
disudut belitung cermin kaca
tergampar wajah ratuku
sedang terdampar di pasir salju
lampu lalu lintas...
menyinari serangkaian kehidupannya
mendetum derak nadinya
menghitung waktu dalam lelap tidurnya...
terkadang ia menangis...
terlihat kepakan sayap...
di kedua lengan tangannya...
terdapat selang pipa...
di saluran pernafasannya...
terbalur lemah dia di pelantung besi...
hanya bisa menyayatkan mata air...
rusuknya tergumpul ditempat tidurnya
terasa buram tubuhnya untuk bergerak
hatiku seketika tertindas arus listrik
dan terhanyut dalam sungai panjang...
melihat ratuku tidur dalam ranjang kritisnya....

Karya: Gracia Sari Asinta Simamora

Marahku

aku seperti batu mabuk
pikiranku melayang entah kemana
badanku kempes dan layu
rasanya sungguh tak berdaya
seperti sedang berdayung
di bawah limbah sampah
rasanya hampa impian itu
kadangkala khayalanku...
melayang sampai ke angkasa
namun sayapku patah sekejap saja
awalnya semua begitu indah
tetapi setelah ku jalani...
rasanya seperti bara api...
yang berusaha membakar tulangku
aku terapit diantara petir maut
namun ku tetap mencoba bertahan
apakah ku sampai titik kiamat?
aku pun tidak tahu
aku selalu bertanya
mungkinkah?
bisakah?
sanggupkah?
tuk melupakan setiap detik waktu bersamanya...
rasanya hatiku mulai menciut
nyaliku seakan meredam begitu saja
otakku selalu menggelisat bayang dirimu...
teringat akan semua waktu
yang ku habiskan bersamamu
darah seakan menetes di pipiku
tubuhku membeku dalam beberapa menit...
apakah kau dapat mengerti hatiku ini?
saat kau campakkanku...
seperti anjing buangan...
Karya: Gracia Sari Asinta Simamora

Malaikat Suciku


Kau seperti lemari es...
yang membeku hatiku...
dan menjadikannya kristal...
Hingga ku tak bisa bergerak...
dalam kerumuaian dirimu...
Hatiku terpanah saat memandang dirimu...
Mengalut indah senyumanmu...
Mengisat sejuta tanya di hatiku....
Mungkinkah ku tlah jatuh cinta???
Mungkinkah????Mungkinkah????
Hmmm...
Terasa indah ketika memandang...
malaikat suciku tertawa...
Terasa menggebu lara ku...
dengan pernik merona di pipiku...aku tersiut malu...
Saat kau tebar senyum cakrawalamu...yang paling indah...
Terpancar seratus denyut nadi yang ku rasa...
dag... dig.. dug...
Hatiku berkencum kencang...
Dirimu seperti batu penanggal sekaligus gembok...
yang berusaha mengunci hatiku...
Saat kau terpiuk senyum...
Aku menggelisat tak tentu...
Sikapku berubah aneh setiap berada di dekatmu..
Hmmm...
Benarkah perasaanku ini adalah cinta?
Benarkah engkau adalah malaikat suciku?
yang kan slalu ada untukku
Karya: Gracia Sari Asinta Simamora

Suaramu


Dalam gelam derut malamku....

Ku dengar suaramu...

Bak pilar halilintar...

yang merasuki hatiku...

Derai simbolik gitar yang kau mainkan...

Lagu yang kau nyanyikan...

Membuat hatiku teririt pedih...

Aku menangis dalam gembulan kesedihan...

Teringat akan kenangan kita...

Yang dulu pernah terhapus dalam memori

Ketika kita harus berpisah....

Lekukan jari gitarmu..

buat hatiku tersentuh...

Aku yang dililit pilu...

saat kau tinggalkanku...

Kini bersinar...

saat kau tlah kembali disisiku..

Aku tak menginginkanmu...sebagai pejaga hatiku..

Tapi ku menginginkan engkau...

sebagai pelita hidupku...

sampai ku hembuskan nafas terakhirku..

Dalam seset kenangan itu...

Kau selami hariku dalam senyuman...

Kau buat hariku menonjol...

Dalam piala kegirangan...

Kau meringkup dalam setiap elur nadiku...

Jika kau tiada di sampingku...

Maka derat jantungku pun akan berhenti...

Kau adalah Perisai Hatiku....

Dan Kau adalah suara Hatiku...

Karya: Gracia Sari Asinta Simamora

Cinta Yang Kau Asah

Indah peliput matamu

Mengusut pepadan hatiku...

Irisan senyummu...

Membalur dalam kelur bibirmu

Wajah tampanmu...

Menyusut ke alam mimpiku...

Selalu terbayang...

Akan selut dirimu...

Selalu tertoler senyuman...

Tiap ku mengingat dirimu...

Aku ...

Seperti orang gila...

Merah merona di kedua pipiku...

Sejuta jerawat di wajahku....

Tiap ku ingat dirimu...

Hari seperti istana bagiku...

Pangeran... dan Putri....

Canda tawa...

terakit... dalam setiap batang hidupku...

Semua telenteran tangis di hatiku...

seakan teraput abu...

Setelah menjalani hari dengan dirimu...

Malu yang mengimpis hariku...

kini tak ku hiraukan lagi...

Saat kita berjalan bersama...

Mengarungi seasak dunia...

secara bersama...

dan meliput kegemelan hati bersama...

Kini...

Hatiku seperti pisau...

Kau asah cintaku...

Hingga ku tak rela melepaskanmu...

Karya: Gracia Sari Asinta Simamora

About You

Kamu adalah sosok bintang

yang selalu menyinari hariku

mengatupkan setiap tangisku

mengumpat setiap senyumku

kamu buat setiap hariku...

menjadi lebih menyenangkan

setiap canda terukir dalam Alkitab hatiku

setiap tawa ku lukis dalam gembokku

setiap senyumanmu ku kunci dalam bunga pestaku

kamu seperti pangeran

yang menjemputku ke lantai 100

kau iringi istanaku

dengan keharuman bunga mawar

kau ringkas menaraku yang paling tinggi

kamu seperti angin surga

yang membawa Firdaus ke hatiku

kau buat hatiku terasa sejuk...

aman.... nyaman... dan bahagia...

tapi... tiba-tiba kau lepaskanku

dalam menata Eiffelku

kau jatuhkan tubuhku dalam batu keras

kau menghilang seperti jin

dari kehidupanku

kau tinggalkan seberkas janji...

"Ku kan selalu menunggumu..."

"Ku kan selalu mencintaimu..."

dalam berjalan dengan debutan

ku coba mencari identitasmu

dalam berbagai pilihan...

dalam buku panduanku...

ku coba telusuri media google..

ku coba jelajahi dunia facebook

hanya untuk mencarimu...

hingga akhirnya ku mendapatkan namamu...

dalam bulir kekecewaanku...

kau tinggalkanku....

demi bersama wanitamu yang lain...

kau akhiri kisah

dan kau tutup hatiku dengan papan bunga

kau kebuhkan hatiku dalam peti matiku

Karya: Gracia Sari Asinta Simamora