Bagaikan secabik jarum hidupku ini
Tidak putih dan tidak juga hitam...
Alur yang selalu berusaha menyembelih hatiku....
Menganggapku seperti boneka busuk yang tiada arti...
Aku dipermainkan ...
Hingga mata keris itu melucut dalam kulit permadaniku....
Batinku serasa ingin berteriak.....
"Siapakah Aku?"
Mengapa kau anggap hidupku seperti besi kosong?
Tidakkah kamu sadar aku ini adalah anak-Mu
Kau cabik setiap ruang nyawaku...
Kau hancurkan semua tembok harapanku...
Dunia seperti neraka dalam hidupku....
Dalam derasnya darah di cangkang pipiku....
Aku hanya bisa membeku dalam penjara-Mu
Aku seperti anjing peliharaan-Mu....
Yang telah Kau anggap mati....
Dalam ciutnya deruk nadiku....
Aku bertanya....
"Kapan... kapan... kapan?"
"Kapan kau akan mengerti diriku?" Atau ku akan selamanya jadi boneka patung-Mu?
Entah sampai kapan hidupku seperti permainan judi-Mu....
Apakah masih ada harapan bagi anjing kecil ini????
Untuk di perlakukan sebagai layaknya seorang anak....
Tidakkah kau merasakan naluri dalam daging-Mu
Tidakkah????
Kadang aku berpikir hidup ini seperti halilintar....
Penuh dengan ketakutan....
Aku takut membenci-Mu ....
Tapi aku juga takut kehilangan-Mu...
Karena engkau adalah tulang rusukku Karya: Gracia Sari Asinta Simamora
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar