Agama

dunia seperti didalam neraka
gelap... dan panas...
para rumput jalang bertengkar
membela agama mereka masing-masing
tusukan paku, panah, linggis dan bom...
menjadi senjata tempur mereka
dari belur-belur semak
mereka berperang
darah... luka... kematian
tak dihiraukan mereka
agama bagaikan tiang suci
yang harus dipertahanklan...
tanpa mementingkan naluri...
tiada maaf bagi orang Farisi
tiada maaf bagi orang zinah...
mereka bagaikan matahari dan bintang
saling beradu terang...
agama itu bagaikan pedang
yang menjadi titik tumpu kehidupan mereka...
dan menjadi simbol hanguskan hati nurani mereka

Karya : Gracia Sari Asinta Simamora

Menanti

rangkaian syair mengiringiku
meleuhkan tiap langkah hidupku
mengucap tiap kata dibibir lenturmu
berharap dikau kan kembali
ku telaah ke laut lepas
mengarungi ombak nan berkumandang
mengucup duri dihati
selalu menanti... dan menanti
aku bagaikan puyangan daun
hati bergelir bagai tumpukan
mataku tersorot menatap syahdu
melihat pemandangan yang sepi
aku terpaku dalam duniaku
dalam kesendirianku
dan didalam kegelisahanku
memikirkan dirimu
mungkinkah semua kan terulang?
AKU TAK TAHU
mungkinkah ini hanya omongan perkataan burung?
AKU TAK MENGERTI

Karya : Gracia Sari Asinta Simamora

Cinta Dan Benci

alur bergema berdempung keras
merobek dan menusuk hatiku
melilihkan sebuah kepahitan di hati
membungkam setiap rasa
ingin ku pergi ke laut lepas
merintis cinta yang telah kosong
akibat teramuk dengan dirimu
kini ku seperti angin sepoi
tak bisa memisahkan cinta dan benci dihati
kau yang dulu singgah dihati
kini menjadi debu yang seling terhempas...
teganya kau bercermin muka dibelakangku
aku seperti tak mengenal dirimu
aku...
aku yang telah hancur karnamu...
hancur karna sikapmu...
kau campakkan ku seperti mainanmu
kau setubuhi diriku...
dengan badan telanjang
kau remukkan...
kerat garis perawanku
kau elus tubuhku dan ciumiku seenaknya...
dan sekarang kau tinggalkanku...
KAU PIKIR AKU ANJING????
teganya...
sungguh teganya...
kini rasa cinta dan benci selalu menghantuiku
dapatkah kau merasakannya????
DAPATKAH????
DASAR BIADAB!!!!

Karya : Gracia Sari Asinta

Rindu

pagi menyongsong fajar
meniupkan sebuah dendang lagu
menitipkan rinduku padanya
awan terpancar terang
tersenyum melihat dunia
mengelokkan bumi berkesinambungan
hati yang lelah dipenuhi rasa gundah
oleh karena kerinduan
kini berbaut seperti sutra
tangisan yang selalu mengiringiku
ketika mengingatnya
kini telah terhapus oleh nyanyian putih
burung-burung bernyanyi merdu
mengantarkan salam rinduku padanya
tiba alarm berbunyi
mempertemukan aku dengannya
alangkah bahagianya aku...
dapat melihat engkau...
sahabat masa kecilku

Terima Kasih

dari sudut-sudut petang
ku ucapkan terima kasih
pada kalian ringkusan keringku
saat hati dan mataku
berbalur luka
kalian seakan membawaku ke tepi pantai
kalian hibur aku
saat badanku mati dengan kunci
kalian mencoba mengaktifkan darahku
saat aku merasa hidup dalam tengkorak
kalian mencoba memberiku semangat
dan disaat aku merasa terkucil
kalian elukkan pikiranku
dan mencoba memeluk hatiku
tangisku.... hampaku...
tak bisa hilang tanpa kalian...
kurcaci-kurcaci kecilku...
terimakasih adik-adik kelasku...
yang telah merikut kesedihanku

Karya : Gracia Sari Asinta Simamora

Doa

doa ibarat bola salju
ibarat alkitab yang suci
dan doa ibarat pramugari
yang menuntun perjalanan hidup
doa ibarat sirna kudus
yang menerangi hidup kita
doa juga merupakan penjara
yang membatasi setiap kelakuan kita
doa begitu murni dan suci
bila didasari oleh iman
doa begitu indah
jika dilandasi kepercayaan...
kesetiaan... dan pengharapan
doa seperti rantai
yang selalu mengekang pikiran brutalku
dan seperti garis lurus yang harus ku ikuti

Karya : Gracia Sari Asinta Simamora

Para Patriot Bangsa

dentuman keras merambat
dari kusin-kusin jendela
tanjakan paku bersebaran
darah mengelinang dimana-mana
zenazah-zenazah bertebaran
api yang menggoncangkan hati
banyak membakar ribuan nyawa
bahkan anak-anak pun ikut ditindas
oleh para serdadu jalang
penindasan... peperangan...
menjadi mimpi yang ditakutkan rakyat
mereka hanya dapat bersembunyi
diantara semak belukar
titihan-titihan senjata
menancap dan merobek
tubuh para patriot bangsa
bertarung diarea legalisir
tak kenal lelah
demi bangsa... demi negara...
mereka bersaing dengan para binatang liar
yang tak memiliki hati nurani
diarea perang
pertaruhan nyawa pun jadi kartu kreditnya
membubuhkan darah para patriot bangsa
demi kami para generasi muda
meskipun api di dadamu
telah mencambuk tubuhmu
namun tiada henti perjuangan kalian
sebelum titik penghabisan berakhir...
namun kini...
kami hanya mampu mengingat memory itu
dalam bingkai-bingkai kecil
dan berjanji... takkan pernah melupakan kalian
karna jasa-jasa kalian seperti air mengalir
yang tak pernah habis
dan melebihi emas yang tak terbatas
terimakasih para patriot bangsa

Karya : Gracia Sari Asinta Simamora

Aku Yang Tertatih

diantara binar mataku
terpercik cairan nestapa kesedihanku
kesepian menggelingas erat
dalam pucuk hatiku
disebuah sudut yang teramat biasa
ku menatap dirimu
kau tersenyum manja padaku
kini tuk beberapa waktu
hanya bayang amatir dirimu saja
kau menghilang tanpa jejak
apakah kau sudah jemu padaku?
tanyaku pada angin sedap malam
berhari-hari ku menanti kehadiranmu
ku merindukan senyum dari bibirmu
berharap kau kan kembali
menggelung ruas hatiku yang tlah merana
aku hanya bisa mencurca tangisan
aku hanya bisa mengkhayali anganku
aku hany bisa bersedot pada dirimu saja
hari-hariku bak batu terapung
yang membeku dan tiada gunanya lagi
hariku hampa tanpa dirimu

Karya : Gracia Sari Asinta Simamora

Saat Aku Mulai Menyayangimu

geram hati bertelut ukran waktu
saat canda dan senyum kembali lagi
walau sesekali terjangan ombak
meliput dalam pulir ketakutan
takut ku akan sakit hati lagi
takut kehilangan lagi
namun ku coba bekukan rasa takutku
mencoba membakar halusinasi batu tangisku dulu
dalam kobaran api yang menyala dihatiku
hingga terhempas takutku ke dalam tanah
aku berharap kenangan buruk itu
takkan terulang lagi
karna aku tak ingin lagi
menelan kembali ludah dalam pipiku
menggempar gempita hujan dalam hatiku
di saat aku mulai menyayangimu

Karya : Gracia Sari Asinta Simamora

Dengar Bisikan Hatiku

angin menalu dalam geput rasaku
mengayun bunga panas dalam hati
saat kau tak disampingku
hari seperti neraka gelap bagiku
saat ku ingat dirimu
tak ku rasakan lagi denyut nadiku
aku tinggal batu lapuk
tanpa dirimu
gumpalan melodi dalam hatiku
selalu berteriak
"DENGAR BISIKAN HATIKU"
yang telah mengaut dalam jarum
saat kau tinggalkanku
bahkan neon...
yang menjadi tembok penyangga kita pun
kini hanya bisa menangis
meratapi perpisahan kita berdua
bertoleh pada suatu keputusan dan pilihan
ikut denganmu... atau dengan diriku...
walau tertatih dalam usia dini...
namun...
ini harus berakhir...
kau telah memilih wanita lain dalam hidupmu...
yang selalu menemanimu
tanpa kau hiraukan lagi keluarga kecilmu...
kau tinggalkanku...
dalam penghabisan pelanduk suaramu...
Karya : Gracia Sari Asinta Simamora