bertulis darah diatas mimbar...
beralaskan pundi-pundi otakku..
terasa cengkeraman di hatiku...
hambar...
tak ada kiput-kiput yang menyinariku....
tak ada tanda lampu lintas yang hijau...
rasanya padam dalam kling yang menghitam...
sesekali takut menyelam dalam diriku...
seakan megagahkanku dalam kesunyian...
terlirik dalam mata capikku...
hanya sebelundir tisu yang lewat mengitar...
memutar arus tegaknya jalan trotoar...
terpanah dalam sekejap...
melihat senyummu bak hujan yang bersinar...
berulang kali kamu lewat dan tersenyum padaku....
dari tepi jalan...
namun aku tak jua mengenalmu...
dan bertemu dirimu lagi...
kau hanya tersenyum diruang es sucimu...
saat keheningan mengadup...
hanya hasrat melirik yang tertipung diantara kita...
tak ada cabikan perkenalan sama sekali...
namun... saat sahsanah bukan lagi tempatku....
malah aku sangat merindukanmu...
walau hanya angin petang yang dapat membaca hatiku
Karya : Gracia Sari Asinta Simamora