Mimpi di Pucuk Hatiku

seperti derasnya ombak yang bergelut
di tengah malam
yang berantai-antai dengan deluhnya pasir
seperti itulah rasaku saat ini
tak inginku bernostalgia...
dengan puih-puih kerlipan didepan mata...
aku ingin melangkah maju...
dengan abrasi sebuah mimpi panjang...
kelak saat itu tiba....
ku akan menjadi garam buat mamaku....
ku akan bangun belahan dunia baru...
yang berasak pada keindahan dan kesejukan alam
tanpa ada satu pun penghuni perkara yang menyelubung
dan mengikis...
ku ingin melihat adik-adikku bersekolah...
dan sukses di depan mataku....
sebelum lelitan langit menjemput....
ku ingin bahagiakan mamaku....
bukan dengan prestasiku... tapi dengan pekerjaanku....
aku ingin hidup ini tidak hanya berabri pada modal...
tapi dengan otak dan semangat...
hingga terbangun mimpiku ...
dipucuk hatiku...
dan ku akan merekah
menjadi gayon dan tulang bagi keluargaku....
karena ku sayang keluargaku...
ku akan maju sampai aku meleleh...

Karya : Gracia Sari Asinta Simamora

Desa Emasku

seperti sebernik rias...
dan seikat pelangi...
menabur di kehijauan desa mungil....
udara bagaikan seusik surga tanpa polusi....
sejuk... damai... dan tenang....
desa tempatku pijakkan kaki baruku....
sangat menawan....
membuat raga ingin melayang di bawah bulan...
seasak bayangan ku berteriak....
"ANDAI INI DESA EMASKU"
takkan ku biarkan runtuh seucil debu pun merekah....
takkan ku biarkan gemuput ketandusan merambat...
desa ini...
disinilah tertopang tenaga seribu dewa...
berussuk menacak dunia romantis...
dunia penuh keindahan tabir surya...
semua pelupuh tersengat-sengat memandang ...
indahnya desa ini....
desa yang penuh dengan riuh-riuh tawa burung....
dan kenikmatan tarian bunga-bunga dan pohon-pohon....
semua tercambak dalam ruas wajah senyuman desa ini

Karya : Gracia Sari Asinta Simamora

Alam Sorgawi

seindah sanubari memucuk jiwa
terlihat bayangan malaikat
dia sedang memandang
dengan mata sepoinya....
air melilir dengan derasnya
pepohonan merangkup dengan eloknya
burung bernyanyi dengan merdu
dan rerumputan menari dengan indah
bunga tersenyum bahagia
udara seperti angin yang ditimang
inikah alam sorgawi???
banyak padang hijau yang dapat ku lihat
dengan mata telanjangku
banyak udara yang dapat ku hirup dengan gratis
alam yang begitu elok ini bagaikan mahkota duri
yang tak dapat ku nikmati semata
alam sorgawi
bagaikan harta yang terselubung sejak
1000 tahun lamanya...
namun sayang...
alam sorgawi tak ada di alamku.....
di negaraku alam bagaikan makanan ringan...
hutan ditebang...
binatang-binatang banyak yang punah....
banyak pabrik yang menyerbu kehidupan di alamku
banyak manusia yang tak menyadari indahnya alam ini...
di negaraku alam ku seperti harta pribadi
yang bisa diambil... dan diperlakukan seenaknya

Karya : Gracia Sari Asinta Simamora

4 Hari

berabad-abad aku tenggelam
dalam keramnya sakit dihati
aku menangis dalam pepuhan bayangan
hingga kau muncul..
didepan sangkaran pohon
saat itu aku seperti pasir
yang hilang rasa
aku seperti riringan hitam
yang selalu dihantui sakit
tiga menit berlalu
aku mulai menghitung
berapa lama aku menangis
lalu kau datang menghapus tangisan itu
kau hilangkan sukma dihatiku
waktu itu kau mengucap kata bisu...
yang tak ku mengerti
tiba esoknya ...
suatu hubungan terperik diantara kita
aku merasa bahagia....
namun...itu hanya berjarak 4 hari
4 hari waktu bersama kita

Karya : Gracia Sari Asinta Simamora

Gang

kala seruling bercambah
diantara suak-suak benalu
membawaku menerawang ke sebuah sudut
menguntai ke sebuah gang ...
dimana dirimu berada
ku dengar rentannya suara hatimu ...
menunggu sebuah bis kecil
membawamu pulang..
terpercik keinginanku untuk menyapamu
namun telah disapu oleh keributan angin
hatiku gentar dan bimbang
tiap dekat denganmu
jantungku tak bisa ku tahan
saat ku menatapmu
risih dihati berteriak
"BICARALAH"
namun aku hanya bisa berdiam diri seperti patung
dan hanya dapat menatap kepergianmu dari jarak jauh
aku hanya bisa mengagumimu....
tapi tak bisa bicara denganmu...
saat itu hatiku terpoles sedih...
kau hanya buang muka padaku...
tapi sekilas kau memandangku dan tersenyum...
saat itu sedihku telah habis....

Karya : Gracia Sari Asinta Simamora