Rumput Jalanan


hidup ini seperti gerbang penjara

menutupi dan mengekang...

setiap bulir-bulir rumput jalanan…

membasuk keroposnya tulang mereka

dari sabang sampai merauke…

menggongseng pucatnya wajah mereka

merangkas perut bumi mereka

seperti angin yang terbuang

begitulah kehidupan mereka

rumput jalanan yang diungsikan…

dan dianggap lemah…dikawanan singa-singa liar…

mereka terdepuk di kawasan jalan…

mengulurkan tangan sambil meminta-minta

hanya untuk mencari makan...

meminta belas kasihan 

pada lebah-lebah yang berkeliaran

tak sedikit dari mereka yang tewas

tak sedikit dari mereka yang menderita

namun…

apakah ada yang perduli dengan rumput jalanan itu?

“TIDAK”

hanya seutip kata sungkawan…

yang terucap dari mulut manis mereka…

namun… tiada rasa peduli mereka…

Karya: Gracia Sari Asinta Simamora

Tidak ada komentar: