dentuman keras merambat
dari kusin-kusin jendela
tanjakan paku bersebaran
darah mengelinang dimana-mana
zenazah-zenazah bertebaran
api yang menggoncangkan hati
banyak membakar ribuan nyawa
bahkan anak-anak pun ikut ditindas
oleh para serdadu jalang
penindasan... peperangan...
menjadi mimpi yang ditakutkan rakyat
mereka hanya dapat bersembunyi
diantara semak belukar
titihan-titihan senjata
menancap dan merobek
tubuh para patriot bangsa
bertarung diarea legalisir
tak kenal lelah
demi bangsa... demi negara...
mereka bersaing dengan para binatang liar
yang tak memiliki hati nurani
diarea perang
pertaruhan nyawa pun jadi kartu kreditnya
membubuhkan darah para patriot bangsa
demi kami para generasi muda
meskipun api di dadamu
telah mencambuk tubuhmu
namun tiada henti perjuangan kalian
sebelum titik penghabisan berakhir...
namun kini...
kami hanya mampu mengingat memory itu
dalam bingkai-bingkai kecil
dan berjanji... takkan pernah melupakan kalian
karna jasa-jasa kalian seperti air mengalir
yang tak pernah habis
dan melebihi emas yang tak terbatas
terimakasih para patriot bangsa
Karya : Gracia Sari Asinta Simamora
Tidak ada komentar:
Posting Komentar