Separuh Air Mataku

saat aku tertatih di bawah menara sucimu...
mendengkur setiap lirik batang hidupku...
mengguncang setiap beban dihatiku...
hanya air mata yang bisa keluar...
keluar dari serpih-serpih tulang pipiku...
dalam sakitnya hatiku.... aku bertanya pada anginmu...
kenapa hidupku begini???
tapi kau menjawab tangisan hatiku...
kau tersenyum padaku...
aku bingung... kenapa engkau dan menaramu tersenyum....
sementara aku menangis....
tapi aku tak menyangka dari serak belukar....
ada seseorang muncul bersama kawanannya... di depan mataku...
entah siapa mereka???
aku tutup ponsel pipiku...
aku tutup jaringan di hpku...
berharap ada yang melihatku....
seketika seseorang dari mereka menghampiriku...
mencoba membalut diriku yang tertatih...
aku tersenyum...
ada juga yang perduli padaku... "kataku dalam hati
trimakasih pinta dari bibir sembabku
gelir-gelir waktu berganti...
mengukus semua kebahagiaan yang ku rasakan bersamamu...
tiada lagi tangis...
namun, kini kau pun tlah pergi...
meninggalkanku dalam rumah batu ini...
aku tersesat dalam kesakitan ini...
bahkan aku hanya mampu mencurahkan perasaanku...
dalam separuh air mataku ini...
karna separuhnya lagi tlah kau hapus... sebelum kau pergi...
akankah semua kan terulang?
aku hanya dapat berharap dalam pelik-pelik hidupku
kau takkan melupakanku...
sahabat terbaikku
Pahala Sianturi

Karya : Gracia Sari Asinta Simamora

Tidak ada komentar: